JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA secara resmi mengumumkan rencana perombakan susunan pengurus perusahaan dengan mengusulkan dua nama baru.
Langkah strategis ini akan dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret mendatang sebagai agenda utama.
Kedua kandidat yang diusulkan untuk mengisi posisi direksi tersebut adalah Lianawaty Suwono dan juga John Kosasih yang merupakan figur berpengalaman di perbankan.
Manajemen BCA menyebutkan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi serta mendukung pertumbuhan bisnis bank yang semakin dinamis dan juga sangat kompetitif.
Proses pergantian pengurus ini tetap mengikuti regulasi yang berlaku serta memerlukan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan melalui rangkaian penilaian kemampuan dan kepatutan yang ketat.
Penyegaran Struktur Organisasi Melalui Rapat Umum Pemegang Saham
Keputusan mengenai perombakan ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat 13 Februari 2026 sebagai bentuk transparansi perusahaan.
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan bahwa penambahan tenaga ahli di jajaran direksi diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.
Sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perusahaan, pengangkatan anggota direksi baru ini harus mendapatkan mandat penuh dari para pemegang saham dalam pertemuan tahunan secara resmi.
Penyegaran ini juga dipandang sebagai upaya regenerasi kepemimpinan agar keberlanjutan operasional bank tetap terjaga dengan performa yang solid di tengah ketatnya persaingan industri keuangan.
Profil Calon Direksi Baru dalam Memperkuat Transformasi Perbankan
Lianawaty Suwono yang diusulkan menjabat sebagai direktur sebelumnya memiliki rekam jejak yang panjang di internal BCA terutama pada bidang sumber daya manusia yang krusial.
Sementara itu John Kosasih yang juga diajukan sebagai calon direksi merupakan sosok yang sudah dikenal luas berkat kontribusinya dalam pengembangan bisnis perbankan di tanah air.
Kombinasi antara keahlian internal dan pengalaman manajerial keduanya diyakini mampu mengakselerasi proses transformasi digital yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pihak manajemen BCA.
Pemilihan kedua tokoh ini dilakukan melalui proses seleksi internal yang mempertimbangkan kompetensi integritas serta visi mereka dalam membawa perusahaan menuju level yang jauh lebih tinggi.
Dampak Kebijakan Perubahan Pengurus Terhadap Kinerja Saham BBCA
Para pelaku pasar modal menyambut baik kabar mengenai rencana perombakan direksi ini karena dianggap sebagai langkah proaktif dalam menjaga stabilitas manajemen emiten perbankan tersebut.
Analis keuangan memprediksi bahwa pergantian pengurus yang terencana dengan baik akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham BBCA di pasar modal Indonesia nantinya.
Meskipun terdapat perubahan pada level pimpinan puncak BCA menegaskan bahwa fokus utama perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah tidak akan mengalami perubahan sedikitpun.
Stabilitas kepemimpinan di BCA selama ini memang dikenal sangat kuat sehingga adanya nama-nama baru diharapkan dapat memperkaya strategi tanpa mengganggu ritme kerja yang sudah ada.
Langkah Strategis Menuju Target Bisnis di Tahun Buku 2026
Penunjukan direksi baru ini dilakukan di tengah upaya BCA untuk terus meningkatkan penyaluran kredit dan juga memperluas ekosistem layanan digital bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan pengurus yang baru nantinya perseroan optimis dapat mencapai target pertumbuhan aset serta laba bersih yang telah ditetapkan dalam rencana bisnis bank tahunan.
Pihak manajemen juga memastikan bahwa masa transisi kepemimpinan ini akan berjalan dengan mulus tanpa mengganggu jalannya operasional harian di seluruh kantor cabang yang tersebar luas.
Informasi lebih lanjut mengenai detail profil dan tanggung jawab spesifik dari kedua calon direksi tersebut akan dipaparkan secara lengkap saat pelaksanaan rapat umum pemegang saham.
Harapan Pemegang Saham Terhadap Efektivitas Kinerja Direksi Baru
Ekspektasi besar kini tertuju pada pundak para calon pengurus baru untuk mampu menjawab segala tantangan di sektor keuangan termasuk terkait ancaman siber dan volatilitas ekonomi.
Kehadiran sosok segar di jajaran direksi diharapkan membawa inovasi dalam produk perbankan sehingga BCA tetap menjadi pilihan utama bagi nasabah ritel maupun nasabah korporasi besar.
Seluruh proses formalitas termasuk administrasi ke regulator terus dijalankan agar pelantikan direksi terpilih dapat dilakukan tepat waktu setelah mengantongi izin dari pihak otoritas berwenang.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen BCA dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.