JAKARTA - Pasar aset digital kembali menunjukkan volatilitas tinggi dalam 24 jam terakhir.
Mayoritas kripto utama mengalami penurunan harga signifikan, termasuk Bitcoin (BTC) yang terseret ke kisaran 66.000 dollar AS. Kondisi ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan perdagangan.
Volume transaksi Bitcoin mencapai 44,59 miliar dollar AS dengan suplai yang beredar mencapai 19,98 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC. Dominasi pasar BTC berada di posisi 58,02 persen. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar 1,32 triliun dollar AS, dengan valuasi terdilusi penuh mencapai 1,38 triliun dollar AS.
Secara historis, Bitcoin pernah menembus harga tertinggi 126.198,06 dollar AS dan terendah 0,04864 dollar AS. Dalam tujuh hari terakhir, BTC masih mencatat kenaikan 8,30 persen. Namun, dalam 30 hari harga terkoreksi 30,81 persen, sedangkan 90 hari turun 30,58 persen.
Kinerja Bitcoin Year-to-Date
Sejak awal tahun, Bitcoin mengalami pelemahan 25,49 persen. Penurunan ini menjadi salah satu indikator bahwa pasar kripto sedang menghadapi tekanan signifikan. Investor kini memantau tren pergerakan mingguan dan bulanan untuk menentukan strategi trading.
Para analis menilai fluktuasi ini wajar mengingat pasar kripto sangat dipengaruhi sentimen global. Volatilitas tinggi juga disebabkan perubahan regulasi, berita ekonomi, dan dinamika permintaan pasar. Strategi manajemen risiko menjadi kunci agar investor tetap menjaga modal.
Pergerakan harga yang terkoreksi memberikan peluang bagi trader jangka pendek. Sebagian investor memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi Bitcoin. Sementara itu, investor jangka panjang tetap mempertahankan posisi menunggu tren pemulihan pasar.
Pergerakan Aset Kripto Lain
Ethereum (ETH) berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar 233,61 miliar dollar AS. Harga ETH tercatat 1.933,11 dollar AS atau turun 0,88 persen dalam sehari. Penurunan ini menambah tekanan di sektor altcoin setelah Bitcoin melemah.
Tether (USDT) sebagai stablecoin terbesar berada di peringkat ketiga dengan kapitalisasi 183,89 miliar dollar AS. Harganya stabil di kisaran 0,9991 dollar AS. Token BNB menempati posisi keempat dengan kapitalisasi 83,59 miliar dollar AS, harganya menguat 0,30 persen menjadi 612,62 dollar AS.
XRP berada di peringkat kelima dengan kapitalisasi 82,85 miliar dollar AS. Harga XRP berada di 1,358 dollar AS atau turun 1,32 persen. Sementara USD Coin (USDC) di posisi keenam relatif stabil di 0,9998 dollar AS dengan kapitalisasi 73,17 miliar dollar AS. Solana (SOL) berada di posisi ketujuh dengan kapitalisasi 44,31 miliar dollar AS dan harga melemah 2,02 persen.
Faktor Penyebab Gejolak Pasar
Fluktuasi pasar kripto disebabkan oleh kombinasi faktor global dan domestik. Perubahan sentimen investor, kebijakan moneter, serta spekulasi harga turut memengaruhi pergerakan aset digital. Selain itu, berita regulasi dan isu keamanan exchange menambah ketidakpastian di pasar.
Lonjakan aktivitas trading AI dan algoritma juga memberi tekanan pada harga jangka pendek. Trader profesional memanfaatkan volatilitas ini untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Sementara itu, investor ritel perlu berhati-hati agar tidak terjebak panic selling.
Koreksi harga Bitcoin dan altcoin menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk meninjau ulang portofolio. Analisis teknikal dan fundamental menjadi pedoman utama bagi mereka. Pasar yang sedang bergejolak menuntut pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Strategi Investor Menghadapi Volatilitas
Investor disarankan mengatur strategi diversifikasi aset digital. Mengkombinasikan Bitcoin dengan altcoin stabil dapat mengurangi risiko. Selain itu, penggunaan stablecoin sebagai lindung nilai juga dianjurkan.
Trader jangka pendek memanfaatkan volatilitas untuk melakukan trading aktif. Adanya fluktuasi harga yang tinggi membuka peluang untuk meraih profit dari swing trading. Investor jangka panjang di sisi lain tetap memantau potensi pertumbuhan nilai Bitcoin dalam jangka waktu lebih lama.
Dengan pemahaman risiko yang tepat, pelaku pasar dapat mengambil keputusan lebih rasional. Disiplin manajemen risiko menjadi kunci agar portofolio tidak terdampak gejolak pasar. Langkah ini diharapkan membantu menjaga stabilitas modal dan memaksimalkan potensi keuntungan di pasar kripto yang fluktuatif.